Serba wow dalam tur Beijing (3)

sama shella dan meta

sama meta dan sheyla. kangen sama dua cewek asyik ini, huhu.

Surganya pecinta sejarah

Buat yang demen banget sama sejarah atau arsitektur kuno, Beijing ini tujuan liburan yang pas banget. Jadi sebenarnya meski kurang terkesan dengan sikap warga lokal dan makanan yang terasa hambar, Beijing adalah kota yang bagus banget buat aku yang penggila sejarah sejak kecil. Sayangnya satu sih kurang lama berada di tiap tempat mengingat ya tadi kami rombongan besar dan mempunyai jadwal yang padat. Mau nggak mau ya hanya icip-icip di masing-masing lokasi wisata. Aku paling sering ngintil di belakang pemandu wisata yang asli Tiongkok tadi buat nanya macem-macem. Berhubung yang dia ceritain banyak banget jadi ya aku cuman inget dikit, haha! Dan akan aku bagi-bagi di sini.

taman di tiananmen square

taman di kompleks tiananmen square. cakep ya?

Tiananmen Square

Tiananmen Square menjadi salah satu tempat bersejarah di Beijing sebab menjadi saksi beberapa pergolakan politik selama rentang waktu yang panjang. Salah satu yang paling melekat di benakku ya yang terjadi antara 15 April dan 4 Juni 1989 sebab memakan korban melampaui tiga ribu orang. Mereka memprotes kondisi ketidakstabilan ekonomi dan korupsi politik yang justru berbalas rentetan kekerasan fisik oleh aparat Tiongkok. Google sendiri kalau mau belajar lebih lanjut, hehe. Yang pasti di sini aku nggak bakal bahas itu.

gedung

lupa nama gedung di belakang kami. kayaknya tempat diawetkannya mayat mao zhedong, hehe.

Lapangan ini sangat teramat luas dan benar-benar menjadi pusat politik sebab di sini pula ada kantor parlemen. Sama ada juga jenazah Mao Zedong, presiden Republik Rakyat Tiongkok yang pertama. Pas di sini ramaiii banget sama turis. Tapi kalo dilihat waktu itu muka mereka kebanyakan wajah Asia. Berhubung banyak banget turis jadi ya rada ribet kalau mau bebas berfoto sendiri. Tapi waktu itu aku udah senang bisa mengabadikan foto di depan foto Mao yang digantung di pintu masuk Forbidden City yang gedenya super banget ampe dari jarak jauh pun masih bisa terlihat. Buat yang ke Beijing nggak afdhol kalau sampai nggak foto dengan latar si Mao ini, hihi.

eksis di depan mao zhedong

eksis di depan foto mao zhedong. belum sah ke Beijing kalau belum foto dengan latar orang yang satu ini. Hihi.

Sebelum aku makin melebar, wisata sejarah mewajibkan kita tau tempat bersejarah yang akan kita kunjungi, minimal tau secara global sudah cukup membuat kita bisa menikmati tur. Kalau sama sekali nggak tau, jadinya wisata sejarah akan terasa dangkal, hanya foto-foto dan semata pernah menginjakkan kaki di tempat yang terkenal di dunia, macam lapangan ini.

Sedangkan kalau kita tahu cerita mengapa sampai lapangan ini tenar tentu jadi takjub dan merinding sendiri akhirnya bisa main ke tempat ini. Langsung deh membayangkan kejadian bersejarah atau cerita kuno di balik setiap tempat historis di Beijing. Sensasi nya pun akan beda jauh.

gedung parlemen

belakangku adalah kompleks parlemen Tiongkok

Balik lagi ke lapangan ini. Menurut pemandu kami yang asli Tiongkok, lapangan ini berfungsi sebagai pintu masuk ke Kota atau Istana Terlarang zaman dulu. Oh ya, lapangan berikut istana ini memang terletak beneran di jantung Beijing. Di lapangan ini aku nggak sempat merenung kejadian 1989 lampau sebab ramai banget orang. Foto-foto aja sama temen-temen sambil menikmati sepoinya angin yang emang bikin suasana pagi itu terasa segar.

sama celine

yang bawa bendera itu pemandu kami yang asli orang Tiongkok. fasih Bahasa Indonesia, baik, profesional, pintar, pokoknya makasih banget yaaa.

Usai di lapangan itu, kami digiring menuju ke Kota Terlarang via jalur khusus bawah tanah gitu, semacam terowongan.

Forbidden City

Dinamakan Kota Terlarang sebab pada zaman masih berkuasanya kaisar dari beberapa dinasti rakyat biasa dilarang memasuki istana super mewah ini. Kawasan istana ini terbagi ke dalam beberapa bagian yang dipisahkan oleh pintu gerbang. Butuh waktu 14 untuk menyelesaikan pembangunannya. Istana atau kota terlarang ini menjadi rumah bagi 24 kaisar dari Dinasti Ming hingga Dinasti Xing antara 1420 dan 1920. Puyi adalah kaisar terakhir yang menghuni istana ini sebelum akhirnya ia diusir oleh pemberontakan yang akhirnya benar-benar menandai usainya zaman kekaisaran di Tiongkok.

istana terlarang 1

yap, segedhe ini…

Bagian tertinggi adalah kaisar yang sedang berkuasa. Kalau dilihat-lihat istana ini menang di ukurannya doang. Nggak indah atau dirancang dengan selera seni tinggi. Tetapi, kata pemandu wisata kami, setiap bangunan, ruangan memiliki simbol, salah satunya hewan, yang memiliki filosofi dan makna yang mendalam.

istana terlarang 2

Ada bagian yang memang khusus buat menerima tamu, ada bagian yang untuk menyimpan logistik dan ada pula yang khusus selir. Ukurannya? Luas bangettt… setiap ruang sebenarnya memiliki ukuran dan rancangan yang hampir sama, kecuali untuk singgasana raja. Lagi-lagi, aku nggak sempat melongok ruangan yang dijadikan tempat logistik atau menerima tamu sebab keterbatasan waktu. Satu-satunya ruang yang sempat kami lihat adalah ruang singgasana kaisar yang isinya adalah kosong mlompong di sisi tengahnya, haha!

di dalam singgasana sang raja

tampak dalam singgasana raja. ini bagian dari kompleks istana yang paling tinggi dan paling penting.

Nah, baru deh di istana ini aku lumayan bisa merenung kondisi kekaisaran dan rakyat Tiongkok pada saat itu sembari mendengarkan dengan seksama penjelasan si mbak pemandu wisata kami. Miris sih kalau aku ceritain.

puncak singgasana raja

tampak luar ruangan singgasana raja. buat ngelongok ke dalam mesti desak-desakan sama segitu banyak turis.

Si mbak nya bilang bahkan orang sekelas menteri saja tak bisa melihat langsung wajah sang kaisar. Saat rapat, menteri dan pembantunya hanya berjajar di lapangan depan ruangan singgasana kaisar demi mendengarkan keputusan atau titah sang raja. Lapangan ini besar buangetttt! Mereka tak bisa berdiskusi langsung atau mengajukan keberatan. Trus ya, parahnya lagi… tak boleh ada tempat di Beijing yang tingginya melebihi singgasana raja. Dia bahkan mengelilingi istana tersebut dengan sungai selain demi melindungi dirinya sendiri juga berfungsi untuk menghalau musuh. Nggak kebayang betapa diktatornya dulu kaisar-kaisar Tiongkok.

istana terlarang

ninggalin jejak dulu ane di sini

kura-kura

raja Tiongkok percaya banget sama simbol hewan dan simbol angka. raja sendiri paling suka sama angka 9 sebab melambangkan keberuntungan. kura-kura aku lupa artinya apa, haha!

Sampai sekarang sungai tersebut masih ada dan memang mengelilingi istana itu. Habis menjelajahi bagian demi bagian istana kami pun tiba di dua bagian terakhir yaitu kamar para selir dan taman santai para kaisar. Nah di kamar selir ini kami bebas berfoto dan melongok isinya. Meski sudah berusia mungkin ribuan tahun, peninggalannya masih terawat apik. Nggak kebayang berapa nilainya kalau dijual. Bagus-bagus pula. Ada guci, kain sutra, tempat tidur, tirai, koin, dll, yang asli… indah dan bagus banget. Emang keramik Tiongkok nggak ada duanya deh. Kamar antara selir yang satu dengan yang lain berdekatan. Di tengah-tengahnya ada pohon dan lapangan kecil. Beneran selama di istana ini langsung teringat sama film Mandarin, misalnya The Curse of the Golden Flowers, yang kalau aku lihat peninggalan yang ada emang imajinasiku langsung bisa merasakan apa yang dulu terjadi.

gugusan istana

jembatan favorit

entah kenapa aku suka sama jembatan model beginian, haha!

ruangan tempat tidur raja

ruang tidur raja

FYI, selir seorang kaisar bisa ribuan. Ckckckck…. Jadi ya nggak heran kamar selir bisa banyak. Taman berada di bagian belakang istana. Nggak gedhe dan nggak begitu indah tetapi ya cukup lah buat santai setelah menjelajahi istana yang cukup menguras tenaga di siang bolong sebelumnya. Di taman ini, kaisar biasanya menghabiskan waktu dengan membaca sambil minum teh di semacam saung kalau orang Sunda bilang, hehe. Duh makin langsung bayangin adegan di film2 kekaisaran Mandarin atau Korea Selatan yang pernah aku tonton deh, hehe.

pintu bagian belakang istana

pintu menuju bagian belakang kompleks istana

kamar selir

penampakan kamar selir

ruang antar kamar selir

ruang antar kamar selir

halaman tengah

halaman tengah dari kompleks mini kamar para selir, hehe

masih dari pekarangan

masih dari pekarangan

bagian selir

masih dalam kompleks selir ini

taman 1

taman belakang istana

gua mini di dalam taman

tamannya asyik sayang kurang gede

buat ngeteh raja

narsis tiada habisss

saung

aku mau dong dibikinin semacam saung kayak gini yang dulu dipakai raja Tiongkok cuman buat baca sama minum teh. *eh?

bagian dalam taman

masih di dalam taman

sungai buatan

sungai buatan yang aku jelasin dikit di postingan ini

Menghabiskan waktu di istana ini menurutku bisa jadi semacam jalan pintas mempelajari sejarah kekaisaran Tiongkok, salah satu peradaban tertua di dunia. Sayang sekali waktu di tempat ini begitu singkat tapi ya lumayan dapat ilmu banyak di sini.

14 tahun

Butuh sekitar 14 tahun dengan  tenaga sekitar 1 juta orang untuk membangun Istana Terlarang. Wow banget ya? Melihat langsung istana ini dan memahami sejarahnya saja cukup bagiku untuk memaknai kedigdayaan Tiongkok dulu dan kini.

Advertisements
Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s