danau lagi
zaman dulu raja Tiongkok ngungsi ke sini buat ngadem soalnya dulu belum ada kipas angin apalagi AC… oh ya istananya tuh yang kalo dari foto ini ada di belakang.

 

Istana Musim Panas

Selama aku ke tempat ini yang ada aku ngomel-ngomel sendiri. Aku mikir dalam hati, kira-kira apa yang ada di benak raja saat itu sampai kurang kerjaan banget bikin danau buatan plus istana yang cuman dikunjungi pas musim kemarau? Untuk saat ini ya pastinya memberikan pemasukan dari sektor pariwisata tetapi saat itu kok ya buat liburan aja pakai bikin danau berhektar-hektar luasnya, ckckck. Tetapi dia yang punya kuasa sih ya terserah dia mau bikin apa dan gimana caranya, haha.

danau istana musim panas
suka foto candid macam beginian. makasih banyak Meta

Berhubung waktu yang mefet, kami cuma melintasi danaunya aja, nggak sempet ke istananya yang butuh jalan kaki lama agar bisa sampai. Apalagi naik perahu buat mengelilingi danau, pastinya kami nggak ada waktu. Kalau buat aku sendiri, bisa lihat jembatan semi melengkung dengan hiasan patung kepala naga saja sudah seneng, haha!

jembatan
meta sebelum nyerang jembatan yang cakep ini…

Di tempat ini aku nggak ada niat buat merenung sebab merasa tak banyak yang bisa dilihat. Kalau paham arsitektur bisa juga merenungi wujud dan maksud semacam ‘menara’ di depan danau tetapi sayangnya si mbak pemandu nggak banyak cerita jadi ya sudah… foto-foto, nyebrang jembatan, naik bukit dikit terus balik pulang.

saung
nemu saung lagi, halah!
bukit
lumayan ada yang ijo ijo di kompleks ini

Kuil Dewa Langit

bareng kawan2 LSI
foto bersama sebagian rombongan LSI Denny JA dan Dua Rajawali Putra

Gara-gara macet, kunjungan terakhir kami yakni ke Kuil Dewa Langit sangat singkat, nggak nyampe satu jam sebab harus kembali ke Jakarta. Di depan kuil ini ada lapangan cukup luas, yang aku sendiri berpikir bangunan ini macam Istana Terlarang yang kami kunjungi sebelumnya. Buat orang yang minim ilmu tentang arsitektur macam aku, kuil ini cukup unik sebenarnya sebab memiliki atap berbentuk lingkaran dan semakin ke atas semakin mengerucut.

kuil dewa langit 2
di sini tempat kaisar kalo mau berdoa dan memuja dewa. Tetap yeee… gede….

Sesuai namanya, kaisar ke kuil ini apabila hendak berdoa atau cukup memuja dewa langit. Kalau di pikiran orang modern kayak aku, (lagi-lagi) tega banget buat berdoa doang mesti bikin kuil setinggi, semegah dan seluas itu yang pastinya tertutup buat rakyat jelata? Apa nggak menghambur-hamburkan duit negara tuh? Tetapi ya akan aku jawab sendiri dengan ya terserah dia orang dia punya kuasa. Wakakakak!

kuil dewa langit
bareng sama pak Har dan Indah

Tembok Besar Tiongkok

 

IMG_0913
akhirnya…. nyampe juga di tempat ini

Aku menyimpan bangunan ini, yang paling aku nikmati dan aku sukai di sesi akhir sub bagian sejarah dalam postinganku kali ini. Saving the best for the last, xixi.

Baru lewat kaca bus saja mataku langsung terbelalak melihat besar dan kokohnya Tembok Besar Tiongkok yang termasyur itu. WOW! Bener-bener WOW! Bahkan dari jarak jauh pun sudah terlihat deretan tembok yang sudah dari zaman sekolah aku baca itu. Nggak pernah ngimpi bisa ke sini dan pas udah di lokasi rasanya cukup bikin merinding begitu melihat bukit yang masih dikelilingi tembok tersebut dan bahkan ia membentang melintasi bukit, dataran rendah dengan jarak entah berapa kilometer. Sang tembok kokoh menghiasi kelokan tanah yang kalau digambar bisa berbentuk segi empat.

IMG_0868
permisi suhu semua. ane numpang narsis di sini

Sebelum kami naik ke atas kami memperoleh arahan dari pemandu wisata dari AGA Holiday dan pastinya mengabadikan momen LSI Denny JA yang sudah mencapai puncak perjalanan panjang ke Tembok Besar Tiongkok ini. Aku juga foto dengan beberapa rekan kerja, pastinya bareng mas Asrudin dan Reza yang satu divisi.

IMG_0871
foto epik ini sekarang jadi kenangan sebab tinggal aku yang bertahan di LSI, hiks
IMG_0863
butuh tenaga luar biasa bisa mendaki tembok ini. naik aja susah gimana ya dulu bikinnya?
IMG_0876
tembok yang sekarang jadi atraksi wisata aku pernah baca hanya sebagian dari keseluruhan yang pernah dibangun. ada yang sudah rusak, dll

Aku seneng banget selama di lokasi wisata ini bisa mendaki satu per satu anak tangga sembari mengagumi mahakarya manusia saat itu, menyetujui mengapa ini masuk ke dalam salah satu keajaiban dunia, membayangkan bagaimana bisa dibuat pada zaman dimana semen belum ada atau alat konstruksi belum ditemukan. Belum lagi mendengar legenda yang lazim diceritakan di sekolah di Tiongkok tentang ratapan seorang istri yang menangisi kepergian sang suami demi membangun tembok ini. Ia pun meninggal dunia dan sang istri mati-matian memperjuangkan pemakaman yang layak bagi mendiang suaminya.

Awalnya aku menyepelekan fungsi besi pegangan di sisi kanan dan kiri tangga sebab aku pikir gampang dan pasti bisa melewatinya tanpa perlu pegangan. Eh ternyata… tinggi tiap anak tangga berbeda-beda ada yang pendek ada yang tinggi. Dan lumayan licin jadi harus berhati-hati. Terus semakin mendaki makin badan berasa berat, napas juga mulai ngos-ngosan. Baru tiga pos saya menyerah, hiks. Oh ya ada sejenis pos peristirahatan yang kalau menurutku bisa memantau musuh. Letaknya yang tinggi juga berfungsi untuk memantau keadaan sekitar. Isinya sih kosong nggak ada apa-apa pas ke sana.

IMG_0907
bangunan di belakang mereka mungkin dulu jadi tempat peristirahatan atau pengintaian. *sotoy*

IMG_0890

IMG_0899

Saran aja buat yang mau ke sini ada baiknya latihan mendaki gunung atau bukit dulu bila berniat merampungkan seluruh perjalanan yang terdiri dari lima pos. Tetapi buat yang biasa mendaki gunung atau olahraga urusan mendaki tangga beginian sepele lah, hehe. Pemandangan dilihat dari atas sangat bagus. Usai foto bareng baik sendiri mau pun sama teman-teman tiba saatnya turun. Nah pas turun ini, kaki ini rasanya gemeteran. Bahkan rasanya mau copot mungkin karena nggak terbiasa mendaki dalam waktu yang lama. Pas turun aku takut akan jatuh sebab kaki serasa tak kuat menopang tubuh. Akhirnya pelan-pelan aku turun dan bisa kembali ke bawah dengan selamat. Pas aku turun ada beberapa teman cewek yang menyewa kostum tradisional Tiongkok dan berfoto cantik dengan latar tembok tersebut.

Pas masih di Jakarta sempet terpikir mau begituan eh untung banget pas sampai sana lupa sama sekali, haha. Sebab kalau aku mesti antri buat pakai kostum tersebut, waktu mendaki makin sempit dan pasti aku akan terburu-buru mendakinya, nggak sempat menghayati keajaiban dunia yang satu ini. Pasti aku akan menyesal kalau waktu yang begitu berharga tersebut harus terpotong dengan mengantri untuk foto memakai kostum tersebut.

IMG_0917

Pas aku berada di pelataran tembok itu, aku melihat ke atas lagi dan entah untuk kesekian kalinya berdecak kagum sekaligus bersyukur pernah sekali berada di sini. Hingga sekarang aku masih penasaran bagaimana orang zaman dulu bisa meletakkan batu demi batu seberat itu dengan cermat? Terus, apa yang mereka lakukan agar keseluruhan batu bisa plek mengikuti curamnya bukit? Rasanya tak terbayangkan proses pembuatan ini semuanya. Nggak bisa aku bayangkan betapa jeniusnya arsitektur zaman dulu. Selain ukuran tembok yang maha besar dan panjang, aku yakin tingkat kesulitan arsitektur juga membuat tembok ini layak banget diakui sebagai salah satu tonggak peradaban manusia yang sangat menakjubkan.

IMG_0905
jeli, aku dan meta

Aku sempet berdiskusi singkat dengan si mbak pemandu wisata dan kami sama-sama tak habis pikir tembok itu bisa pernah ada di bumi ini. Bangunan tersebut rasanya mustahil bisa dibuat jika memakai logika manusia modern, begitu kesimpulan kami berdua. Selain salut dengan bangunan ini aku juga miris dengan kekejaman kaisar zaman dulu, lagi. Si mbak pemandu wisata bilang tembok ini memakan banyak korban dan mengerahkan entah berapa orang agar bisa selesai. Sejarah setiap bangsa hampir selalu dibangun di atas darah dan air mata nenek moyang pendahulunya. Dengan melihat beberapa bangunan pentingnya, terutama Tembok Besar Tiongkok, aku menjadi paham betul bahwa sejarah Tiongkok sungguh ekstrim dan berada di luar nalarku sebagai orang modern. Rentang sejarah panjang yang turut membentuk negara ini menjadi saat ini baik di bidang ekonomi, pertahanan, teknologi dan sebagainya, benar-benar aku serap secara singkat cukup dengan mengunjungi kota ini.

IMG_0931

Bagian sejarah dalam postingan kali ini benar-benar memuaskan rasa keingintahuanku tentang Tiongkok sebab aku jadi bisa menarik sebab dan akibat, muka Tiongkok dulu dan kini, dan mengapa negara ini begitu ditakuti oleh Amerika Serikat.

Advertisements
Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s