Serba wow dalam tur Beijing (5)

Obyek lain yang layak dikunjungi

Cukup puas dengan bangunan bersejarah, aku juga akan menampilkan beberapa obyek wisata yang patut anda sambangi bila main ke sini.

Stadion Sarang Burung

IMG_0774

Yang menarik dari stadion ini adalah gaya bangunannya yang bagus banget buat jadi latar belakang foto, hehe. Emang secara design, stadion ini unik sebab mirip sama sarang burung. Kami nggak sempat masuk ke dalam stadion selain ya waktu mepet, memang tak ada kegiatan olahraga. Jadi kami hanya duduk-duduk dan berfoto ria. Di sekitar stadion dan di seberangnya ada beberapa kios penjaja souvenir khas Tiongkok. Ada pula semacam kompleks olahraga tetapi kami nggak masuk sampai ke dalamnya.

IMG_0794

taman menuju stadion

IMG_0776

foto favorit selama perjalanan ini

Belanja barang nggak pernah semenakutkan ini

Pasar Yashow yang pernah aku sebut di awal posting ini memberikan pengalaman belanja yang nggak pernah kebayang sebelumnya. Pas si mbak pemandu bilang ke pasar, aku pikir yang pasar tradisional becek kayak di Jakarta gitu, wakakak. Ternyata, kalau di Jakarta pasar ini semacam ITC gitu jadi bersih dan tertata rapi. Tapi soal keramaian sama jumlah dagangan masih kalah sama yang di Tanah Abang, haha!

Yang paling heboh dan ‘menantang’ pas di sini ya nawarnya. Sebenarnya sebelum ke sini, aku sudah berjelajah di dunia maya dan membaca pengalaman beberapa orang. Mereka menyebut harus berani gila-gilaan dalam menawar sebab pedagang di Beijin bisa kurang ajar dalam menaikkan harga. Bisa 10 kali lipat! Jadi kalau menawar bisa kita mulai dari sepersepuluhnya, sadis nggak tuh?

As easy as it sounded, ternyata kenyataan di lapangan susah juga. Sebab pedagang di sini banyak yang galak dan jutek. Huhu. Baru pertama kali nawar aja langsung diusir sama di mbak-mbak cantik yang jualan. Hingga akhirnya aku dapat baju buat ibuku, itu pun setelah nawar gila-gilaan akhirnya dapat harga sekitar 80% lebih rendah dari yang diminta si pedagang, haha! Si mbaknya ini awalnya ogah menjual bajunya tetapi lama-kelamaan akhirnya dia luluh. Untung pas di sini aku belanja bersama beberapa teman yang memotivasiku agar nggak gampang nyerah nawar sebab kalau sendirian aku pasti males lanjut beli oleh-oleh mengingat omongan mereka kasar, bahkan sama turis. Bahkan, aku sempet denger sendiri ada turis berkulit hitam yang diteriakin “You pig!” sama salah seorang pedagang dan turisnya ini nggak terima. Yah kejadian berikutnya aku nggak mau lihat trus cepet pergi ke bagian lain dari pasar ini.

IMG_0932

usai habis-habisan nawar. foto diambil di depan pasar Yashow.

Urusan harga, barang-barang di pasar ini cukup terjangkau makanya jadi tempat favorit belanja turis. Cocok buat beli dalam ukuran grosir. Aku sendiri nggak beli banyak, males bawanya, selain duit juga mepet, wakakak! Setiap lantai berbeda-beda jenis barang jualannya. Pakaian di lantai dasar, trus ada pula souvenir dan lainnya yang berada di lantai yang berbeda.

Hampir semua pedagang di sini bisa berbahasa Inggris, minimal urusan duit mereka tahu bahasa Inggrisnya apa. Atau kalau pun nggak paham mereka akan kasih tunjuk kalkulator buat nulis harga yang dimau. Nggak semua pedagang di sini sangar, ada pula yang ramah seperti pedagang di Indonesia. Kalau pun mereka nggak sepakat dengan harga penawaran dari kami dia menolak dengan halus. Tetapi rata-rata banyak yang galak atau kalau misalnya tidak galak mereka akan sedikit ‘memaksa’ agar kita membeli barang dagangan mereka.

Pernah ada seorang pedagang yang langsung pasang muka jutek pas aku sama temenku nanya harga tas jualannya. Yah udah disambut dengan muka dan lirikan nggak bersahabat kayak gini aku sama temenku langsung kabur. Paling parah pas aku hendak membeli miniatur Tembok Besar Tiongkok. Begitu aku cek dan pegang ternyata miniaturnya kurang menarik jadi aku berniat nggak jadi beli. Eh si mbaknya narik tanganku, dia bilang kok nggak beli kan sudah dipegang dan nanya harga? Yahhhh! Kan nggak ada tulisan pegang berarti beli mbak. Lagian, aku juga kurang suka sama miniaturnya. Lumayan kenceng cengkeramannya. Baru kali ini punya pengalaman dipaksa beli barang pakai aksi fisik segala, haha. Pas itu sih aku rada horor dan takut tetapi sekarang kalau inget jadi pengin tertawa sendiri.

Lumayan dengan sangu seadanya bisa beli barang yang dibutuhin sekadar oleh-oleh buat keluarga, saudara dan teman. Pasar ini layak direkomendasikan buat belanja banyak sementara anggaran ngepas asal ya tadi pasang muka garang juga, jangan takut nawar dan jangan jiper kalau diusir pedagang.

Tips

Bagian terakhir dari posting panjang ini aku isi dengan beberapa tips dan rekomendasi:

  1. Mungkin bisa cari maskapai selain Cathay Pacific? Hehe. Cathay-nya cukup bagus tetapi Dragonair-nya yang mesti hati-hati.
  2. Kalau pakai jasa agen perjalanan harus siap-siap nggak bisa maksimal merenungi kisah setiap bangunan bersejarah di sana. Paling pas ya ‘backpacking’ rombongan, lebih oke lagi kalau bisa bahasa Mandarin. ‘Backpacking’ sendirian juga bagus pasti tantangannya dobel triple, hehe.
  3. Rawan uang palsu. Hati-hati sama peredaran uang palsu di sana, apalagi kalau berbelanja sama pedagang kecil, ungkap si mbak pemandu wisata lokal kami. Teman saya ada yang tertipu, dia dapat kembalian ada yang yuan ada yang mata uang lainnya.
  4. Toilet di sana jorok banget, jarang ada air, bahkan di tempat wisata. Masih mending toilet di Blok M yang setidaknya menyediakan banyak air. Jadi kalau bisa pipis dulu aja di hotel atau tempat menginap. Sama bawa tisu basah, yang buanyak!
  5. Nggak kayak di Indonesia, jarang terlihat orang berjualan makanan dan minuman di sekitar lokasi wisata. Paling ya souvenir aja. Jadi mending bawa bekal dari hotel sebelum ke lokasi main.
  6. Harga baju, cenderamata di Beijing bisa 10 kali lipat dari harga asli jadi harus benar-benar berani nawar gila-gilaan.
  7. Belajar bahasa Mandarin dikit atau minimal bahasa isyarat biar tahu cara komunikasi sama warga Beijing yang nggak banyak bisa ngomong bahasa Inggris.
  8. Obyek yang paling aku rekomendasiin pastinya Tembok Besar Tiongkok sama Kota Terlarang. Biar lebih berkesan akan lebih baik jika membekali diri dengan sejarah dua tempat itu.
  9. Jangan diambil hati kalau nemu pedagang yang jutek. Masih banyak pula penduduk Beijing yang ramah dan murah senyum.
  10. Selamat mencoba, hehe!

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s