Tiga Tahap Sebelum Menulis Kreatif yang Patut Kamu Ketahui

Thank you klio.psu.edu for the picture

Terlepas dari definisi kreatif yang berbeda bagi tiap-tiap orang, aku rasa kita bisa menilai tulisan itu kreatif atau tidak tergantung pada cara si penulis artikel tersebut menyampaikan idenya dengan cara yang menarik sehingga pesan yang meski bukan barang baru, tetap meninggalkan kesan tersendiri di hati atau otak pembaca.

Menulis kreatif yang berkualitas bukanlah hal yang mudah. Dalam hal yang aku maksud adalah tulisan yang sarat pesan penting dalam balutan bahasa yang mudah dipahami. Aku sendiri selalu berpegang teguh setiap penulis mempunyai kewajiban moral menyampaikan hal baik ke sebanyak mungkin orang yang ia mampu jangkau, bukan memamerkan pengetahuan atau kecerdasannya semata.

Membuat orang membaca pesan baik kita tidak selalu menerima sambutan hangat. Bukan berarti tidak semua orang baik, hanya saja manusia memang ada waktunya jenuh dengan hal positif. Hal ini sangatlah wajar. Menulis kreatif pun menjadi salah satu cara agar pesan baik atau berita yang netral bisa menyentuh relung yang sedang jenuh melalui cara menyenangkan. Berikut aku mau berbagi pengalaman tahapanku hendak menulis kreatif yang tidak semuanya membahagiakan seperti yang tadi aku bilang:

  1. Mengasah kepekaan

Sejatinya, penulis yang baik adalah mereka yang memanfaatkan segala yang indera tangkap menjadi bahan berbicara. Setiap yang dilihat, didengar atau dirasa bisa disaring menjadi bahan untuk menulis. Setiap tempat, orang mau pun kejadian dapat memberikan ide untuk menulis.

Favorit aku mencari ide menulis adalah di tempat umum, tepatnya transportasi umum. Berada di Transjakarta, KRL hingga angkot selalu menjadi momen mengasyikkan untuk melihat dan mengamati orang asing yang berada di moda transportasi yang sama. Saat penumpang lain tertidur, bercakap satu sama lain hingga sibuk dengan gawai masing-masing, di situlah pikiran dan inderaku berkeliaran. Radarku menangkap banyak hal yang bisa digarap menjadi tulisan, entah ringan untuk dinikmati sendiri atau bisa diperluas menjadi artikel serius.

  1. Menentukan jenis tulisan

Katakanlah, sudah tertangkap hal yang dianggap menarik, langkah berikutnya yakni menentukan apakah tulisan tersebut sekadar untuk konsumsi pribadi atau untuk khalayak ramai. Apakah ide tersebut akan dibuat menjadi tulisan kreatif ringan atau serius.

Jika cukup menjadikan gagasan tersebut akar menulis kreatif ringan fokus berubah ke teknik kepenulisan yang unik. Lagi-lagi, si penulis perlu menentukan sendiri “nada” tulisan tersebut, apakah lucu, sedih, datar, satir, sinis, nyinyir, dan lainnya.

Sedangkan jika memilih menaikkan level gagasan menjadi tulisan dengan cakupan lebih luas, si penulis harus siap dengan referensi pendapat orang lain yang lebih ahli atau teori pendukung untuk menambah daya berat tulisan ini. Tulisan kreatif bukan berarti a la kadarnya melainkan tulisan yang bermakna dalam dengan sajian santai.

  1. Melakukan riset

Entah meniatkan gagasan tersebut menjadi tulisan semacam etalase atau serius, si penulis sebaiknya melakukan riset agar si buah pemikiran nantinya menjadi anak yang beda dari lainnya meski tema kurang lebih sama. Sebagai contoh, si penulis ingin mengupas tentang bahaya memakai gawai terlalu lama usai mendapati hampir semua penumpang KRL mengisi waktu di KRL dengan memainkan gawai mereka atau mendengarkan musik melalui ponsel cerdas masing-masing.

Jika si penulis hendak fokus ke nada tulisan, katakanlah ingin tulisannya kocak, ia sebaiknya memoles gaya tulisannya. Di sini, melakukan riset bisa berarti bereksperimen berulang-ulang atau membaca karya penulis lain yang sata paham dengannya.

Atau si penulis lebih memilih mengangkat ide yang sama menjadi bahan artikel dengan cakupan lebih luas. Maka yang perlu dilakukannya yakni mencari data atau statistik dampak negatif terlalu lama memakai gawai bagi psikologis seseorang, misalkan. Bisa pula menambahkan contoh kasus yang mendukung pendapat si penulis tadi.

Meski menyoroti dua sisi yang berbeda, hasil produksi dari contoh di atas tetap menjadikan tulisannya kreatif sebab dari sudut pandang yang berbeda tersebut didukung oleh analisa dan data. Kreatif bukan berarti sembarangan. Kreatif itu bebas tetapi bertanggung jawab.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s